. 1. Pengertian Teknologi Sistem Cerdas
Teknologi sistem cerdas
merupakan teknologi yang diciptakan dari kecerdasan alami manusia,yang
diimplementasikan menjadi sebuah alat/mesin yang dibuat agar dapat melakukan
pekerjaan selayaknya manusia. Kemampuan dari komputer digital atau robot yang
dikendalikan dengan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan kecerdasan merupakan salah satu contoh dari teknologi sistem cerdas.
Kecerdasan berkaitan dengan:
– Penalaran (Reasoning)
– Pembelajaran (Learning)
– Kemampuan Adaptasi
(Adaptivity)
Secara umum kecerdasan
buatan dibagi menjadi tiga kategori dasar, yaitu:
1. Sistem Berbasis
Pengetahuan atau sistem pakar(Expert System/Knowledge Based System), yaitu
program komputer yang berisi pengetahuan manusia yang digu-nakan untuk
menyelesaikan masalah dalam domain tertentu.
2. Sistem bahasa
alami(Natural Language System), yaitu pemrograman yang mengerti bahasa manusia.
3. Sistem dengan kemampuan
memahami(Perception System), yaitu sistem untuk penglihatan, pembicaraan atau
sentuhan.
Sistem cerdas di dunia bisnis menggunakan satu
atau lebih tool cerdas, biasanya untuk membantu pengambilan keputusan, Sifat
sistem cerdas meliputi:
–
Mampu mengekstrak dan meyimpan pengetahuan
–
Proses penalaran seperti manusia
–
Pembelajaran dari pengalaman (atau Training)
–
Berurusan dengan ekspresi tidak tepat/teliti dari fakta
–
Menemukan solusi melalui proses serupa dengan evolusi alami
Biasanya
sistem cerdas dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
1.
Basis Pengetahuan (knowledge base) berisi pengetahuan yang spesifik mengenai
domain tertentu yang mana basis pengetahuan ini dapat diperbaharui sesuai
dengan tingkat kemampuan seorang expert terhadap pemecahan suatu masalah.
2.
Mesin inferensi (inference engine), suatu program yang bertugas mengolah data
masukan sesuai pengetahuan dalam basis pengetahuan, menurut kaidah-kaidah
tertentu.
3.
Bagian kendali (user interface), bagian yang berkomunikasi langsung dengan
pengguna (user) sistem. Ada dua macam mesin inferensi, yaitu yang bersifat
pasti (deterministik) dan kemungkinan (probabilistik).
2.
Pengertian Artifisial Intelegen (AI) / Kecerdasan Buatan
Kecerdasan
buatan merupakan salah satu cabang dari bagian ilmu komputer yang membuat agar komputer
dapat melakukan pekerjaan seperti bahkan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
Artificial
Intelligence (AI) merupakan bagian dari bidang ilmu komputer yang khusus
ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan
beberapa fungsi otak manusia.
Menurut beberapa ahli kecerdasan
buatan didefinisikan sebagai berikut :
Menurut H.A.Simon [1987] [3] : ”Kecerdasan buatan (artificial
intelligence)
merupakan
kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan
pemrograman
computer untuk melakukan hal yang dalam pandangan manusia
adalah cerdas”.
Menurut Rich and knight [1991] [3] : “Kecerdasan buatan (artificial
intelligence)
merupakan
sebuah studi tentang bagaimana membuat computer melakukan hal
hal yang pada
saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia”.
Menurut Encyclopedia Britannica [3] : “Kecerdasan buatan (artificial
intelligence)
merupakan cabang ilmu computer yang dalam merepresentasi
pengetahuan
lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada
bilangan, dan
memproses informasi kecerdasan berdasarkan metode heuristic
atau
berdasarkan sejumlah aturan”.
Menurut John McCarthy, 1956, AI [6] : “Untuk mengetahui dan memodelkan
proses
– proses
berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku
manusia”.
3.
Perbedaan Intelegensi Kecerdasan Buatan dan Alami
Perbedaan
antara kecerdasan buatan dengan kecerdasan alami adalah, kecerdasan buatan
lebih bersifat permanen , sedangkan kecerdasan alami dapat berubah. Hal
tersebut terjadi karena kecerdasan alami yang dimiliki manusia belum tentu akan
melekat selalu,karena seiring berjalannya waktu memori yang dimiliki manusia
tentu akan mulai hilang.
Berikut adalah perbedaan kecerdasan buatan dan alami.
Kecerdasan Buatan :
1. Lebih bersifat permanen : Karena
tidak seperti manusia yang mudah lupa
2. Lebih mudah diduplikasi &
disebarkan : Karena jika pengetahuan terletak pada suatu komputer,maka dengan
mudah dapat disalin dari satu komputer ke komputer yang lain.
3. Lebih murah : Menyediakan layanan
komputer lebih murah daripada harus membayar seseorang untuk melakukan suatu
pekerjaan dengan menghabiskan jangka waktu yang cukup lama
4. Bersifat konsisten : Karena kecerdasan
alami senantiasa berubah-ubah
5. Lebih cepat : Sistem komputer berproses
dengan cepat
Kecerdasan Alami :
1. Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah
pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus
dilakukan melalui sistem yang dibangun.
2. Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara
langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input
simbolik.
3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan
kecerdasan buatan sangat terbatas.
4.
Sejarah
Artificial Intelligence
Kecerdasan
Buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di
bidang ilmu pengetahuan.
Mulai ada sejak muncul komputer modern, yaitu pada tahun 1940 dan tahun 1950.
Kemampuan mesin elektronika baru menyimpan sejumlah besar
info, memproses dengan
kecepatan sangat tinggi bahkan menandingi kemampuan
manusia. Ilmu pengetahuan
komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan
otomatisasi tingkah laku
cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Pada sistem
ini memperlihatkan
sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam
kelakuan yang sepenuhnya
dapat menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti
pengertian bahasa,
pengetahuan, pemikiran, pemecahan, dan masalah.
Pentingnya
kecerdasan buatan menjadi nyata bagi negara-negara yang
berperan sejak tahun 1970.
Para pemimpin negara yang mengakui potensialnya
kecerdasan buatan dan berharap
mendapat persetujuan jangka panjang untuk
sumber-sumber yang
memerlukan dana intensif. Jepang adalah yang pertama kali
melakukan itu. Negara ini
mengembangkan program yang sangat berambisi dalam
penelitian kecerdasan
buatan. Sebagai bidang ilmu pengetahuan komputer,
kecerdasan buatan sebenarnya
sudah mulai diselidiki pada tahun 1930-an dan 1940-an.
Pada
saat itu, banyak cendekiawan mengembangkan ide-ide baru mengenai
komputasi. Pada awalnya,
kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan
laboratorium penelitian,
serta hanya sedikit produk yang dihasilkan dan
dikembangkan. Menjelang
akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan
secara penuh dan hasilnya
berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
Permasalahan di dalam
kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang
seiring dengan laju
perkembangan zaman menuju arah globalisasi dalam setiap
aspek kehidupan manusia,
yang membawa persoalan-persoalan yang semakin
beragam pula.
Program
kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya,
sehingga banyak membantu
pemakai. Program konvensional dijalankan secara
prosedural dan kaku,
rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat
oleh pemrogramnya. Sebaliknya,
pada program kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi
yang memuaskan dilakukan
pendekatan trial and error, mirip seperti apa yang
dilakukan oleh manusia.
5.
Contoh Teknologi Sistem Cerdas
Contoh dari teknologi sistem
cerdas
1.
Machine Vision : Bertujuan pada
pengenalan pola dalam beberapa jalan yang sama sebagai kegiatan sistem
visual/indera manusia.
2.
Robotics : Difokuskan pada produksi
alat-alat mekanik yang dapat mengendalikan gerak. Sebagai contoh: sebuah robot
sederhana mampu atau dapat bergerak/pindah ke depan, belakang, kanan atau kiri
atau pindah tempat ke ruangan berbeda. Sebuah robot sebenarnya buta akan bentuk
urutan dari aksi bila tanpa usaha untuk mengganti komponennya atau bisa
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan dalam rencananya akan menjadi sulit bila
tanpa kecerdasan. Sering sebuah robot akan diformulasikan pada sebuah rencana
dasar pada informasi yang tidak lengkap dan benar dalam menjalankan sebuah
rencana
3.
Speech Processing : Bertujuan pada
pengenalan dan sintesa pembicaraan manusia.
4.
Theorem Proving : Usaha untuk
membuktikan secara otomatis masalahmasalah dalam matematika dan logika.
5.
General Problem Solving : Bertujuan
pada pemecahan kelas-kelas dari masalah-masalah yang ditekankan dalam sebuah
bahasa formal.
6.
Pattern Recognation: Difokuskan pada
pengenalan dan klasifikasi dari polapola.
7.
Game Playing: Pembuatan program-program
bermain permainan.
8.
Machine Learning : Bertujuan pada
produksi mesin-mesin yang mengakumulasi pengetahuan dengan contoh-contoh
observasi.
Aplikasi-aplikasi
AI antara lain:
1. Game
Playing
2. Sistem
Bahasa Alami
3. Sistem
Perancangan dan Pembuatan CAD/CAM
4. Sistem
Pakar VLSI
5. Sistem
Pakar Reparasi Perangkat Keras
6. Manajemen
Data Cerdas
7. Sistem
Otomatisasi Kantor
8. Analisa
Kecerdasan Militer
9. Kendali
dan Pemanggilan informasi disk video
10. Kendali
Robot
11. Analisis
Program Komputer
12. Diagnosis
Penyakit Konfigurasi computer
13. Ramalan
senyawa kimia
14. Sintesis
ucapan
15. Sistem
Pakar Operator Komputer
16. Manajemen
Kendali Senjata
6. Kesimpulan
Teknologi
sistem cerdas sangat membantu sekali dalam kegiatan manusia. Semakin
berkembangnya teknologi sistem cerdas,maka akan semakin canggih
dan sangat meringkankan beban manusia. Dengan berkembangnya kecerdasan alami
maka kecerdasan buatan juga akan semakin berkembang. Semakin canggih lagi
kecerdasan buatan maka akan semakin membantu aktivitas manusia dalam berbagai
bidang.
Daftar Referensi:
kecerdasan-buatan-01.pdf
jbptunikompp-gdl-bambangmuk-21855-10-unikom_b-i.pdf
Minggu1%20-%20Introduction%20to%20Artificial%20Intelligence.pdf
http://umardanny.com/download/buku_AI.pdf
Teknologi_Artificial_Intelligence_Dalam_Pengelolaan__Sumber_Daya_Alam.pdf
NAMA :
Muhammad Ridwan Aditya Prasettyo
NPM : 14115746
KELAS : 3KA03