Senin, 18 Desember 2017

Analisis Jurnal Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS KERUSAKAN HARDWARE LAPTOP

ISSN : 2086 – 4981

Latar Belakang

Saat ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi informasi dan komputer merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar terutama dalam membantu setiap pekerjaan dalam bidang komputerisasi. Dalam hal ini laptop merupakan salah satu jenis komputer yang banyak diminati oleh masyarakat, harganya yang semakin terjangkau dan memiliki mobilitas yang tinggi menjadi alasan paling kuat masyarakat untuk memiliki sebuah laptop. Fitur-fitur laptop juga sangat beragam. Karenanya, sebagai pengguna/user sudah seharusnya untuk mengetahuinya, agar pemakaian laptop menjadi lebih optimal.
Bagian atau komponen hardware laptop dalam jangka waktu tertentu akan mengalami perubahan fisik maupun kerusakan, yang menyebabkan laptop tersebut harus diperbaiki. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi pengguna/user untuk mengetahui cara merawat dan memberikan pertolongan pertama ketika laptop-nya bermasalah, sebelum memutuskan untuk menyerahkannya ke tempat servis. Informasi yang diharapkan dapat mengatasi kerusakan yang terjadi saat ini masih tidak lengkap, bahkan buku manual yang disertakan pun tidak dapat mengakomodasi terhadap semua kemungkinan kerusakan, oleh karena itu dirasakan perlu dibuat sebuah aplikasi (software) yang dapat membantu memecahkan permasalahan kerusakan pada hardware laptop.
Pada penelitian ini dibuat perangkat lunak untuk mengatasi kasus tersebut, dimana perangkat lunak yang dimaksud adalah sistem pakar untuk diagnosis kerusakan hardware laptop yang di desain untuk memodelkan kemampuan seorang pakar dalam memecahkan suatu masalah yang berbasiskan pada pengetahuan pakar itu sendiri.
Aplikasi (software) yang dimaksud adalah aplikasi yang bisa dijadikan sebagai alternatif dalam mendiagnosa kerusakan hardware pada laptop, dalam hal ini aplikasi akan membantu pengguna dalam menemukan informasi penyebab (ciri) kerusakan berdasarkan gejala kerusakan pada setiap jenis komponen kerusakan sampai ditemukannya solusi (hasil diagnosa) berupa informasi mengenai cara perbaikannya.

Tujuan

Mendiagnosis kerusakan hardware laptop yang di desain untuk memodelkan kemampuan seorang pakar dalam memecahkan suatu masalah yang berbasiskan pada pengetahuan pakar itu sendiri. Dalam hal ini aplikasi akan membantu pengguna dalam menemukan informasi penyebab (ciri) kerusakan berdasarkan gejala kerusakan pada setiap jenis komponen kerusakan sampai ditemukannya solusi (hasil diagnosa) berupa informasi mengenai cara perbaikannya.

Metode yang Dipakai

Dalam perancangan aplikasi sistem pakar untuk diagnosis kerusakan hardware laptop, penulis memilih model kaidah produksi untuk merepresentasi pengetahuan yang di dapat. Kaidah produksi digunakan karena menghubungkan langsung antara “sebab” dan “akibat”. Sesuai dengan teknik diagnosis, dimana menghubungkan secara langsung kondisi objek dan konsekuensi tindakan yang harus dilakukan terhadap objek. Kondisinya berupa macam komponen, jenis komponen, gejala kerusakan dan ciri kerusakan sedangkan konsekuensinya berupa hasil diagnosa berdasarkan ciri kerusakan yang di dapat. 

Pembahasan Singkat
Sebelum sampai pada bentuk kaidah produksi, terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh, yaitu menyajikan pengetahuan yang berhasil didapatkan dalam bentuk tabel keputusan (decision table) kemudian dari tabel keputusan dibuat pohon keputusan (decision tree) (Hartati dan Iswanti, 2008).
Berikut ini adalah tabel-tabel keputusan yang akan disusun berdasarkan keterhubungan dari setiap atributnya, diantaranya yaitu :

1. Keputusan berdasarkan macam komponen dan jenis komponen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.
Macam komponen (dikodekan dengan inisial huruf “M”) M001 : Input, M002 : Output, M003 : Process, M004 : Storage

Jenis komponen (dikodekan dengan inisial huruf “J”) J001 : Keyboard, J002 : Touch Pad, J003 : Layar LCD, J004 : Processor, J005 : Driver Optik, J006 : Harddisk

2. Keputusan berdasarkan jenis komponen dan gejala kerusakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.
Jenis komponen (dikodekan dengan inisial huruf “J”)
Mengacu pada keterangan Tabel 1.

Gejala kerusakan (dikodekan dengan inisial huruf “G”)

G001 : Mengetik huruf, angka yang muncul
G002 : Key (function) tidak berfungsi
G003 : Touch pad tidak berfungsi
G004 : Laptop hang
G005 : LCD tidak menampilkan gambar
G006 : Laptop tidak bisa booting (login windows)
G007 : LCD terlalu terang/terlalu redup
G008 : Pada LCD muncul garis-garis biru-merah-putih
G009 : Blue screen saat menjalankan aplikasi berat
G010 : Laptop tiba-tiba mati G011 : Drive optik membaca data tersendat-sendat
G012 : Drive optik tidak memancarkan sinar infrared
G013 : Drive optik susah buka tutup pintu
G014 : Hard disk tidak dapat di format

3. Keputusan berdasarkan gejala kerusakan dan ciri kerusakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.
Gejala kerusakan (dikodekan dengan inisial huruf “G”)
Mengacu pada keterangan Tabel 2.

Ciri kerusakan (dikodekan dengan inisial huruf “C”)

C001 : Tombol function Num Lock dalam keadaan aktif

C002 : Driver Hot Key belum terinstall pada laptop

C003 : Sudah terinstall driver Hot Key, key tidak berfungsi

C004 : Kombinasi tombol Fn + F7 dalam keadaan aktif

C005 : File-file sistem rusak

C006 : Konektor touch pad lepas atau renggang

C007 : Suhu prosessor normal ( 30 ° - 60 ° )

C008 : Suhu prosessor tidak normal ( > 60 ° )

C009 : Perangkat layar diatur ke monitor eksternal

C010 : Lampu indikator Sleep menyala

C011 : Tingkat kecerahan terlalu rendah

C012 : Hard disk tidak terdeteksi di BIOS

C013 : Hard disk terdeteksi di BIOS, laptop tetap tidak mau booting

C014 : Setting-an brightnes (terang/redup) terlalu dominan

C015 : Driver VGA bermasalah

C016 : Setting-an DPI tidak sesuai

C017 : Hard disk penuh

C018 : Hard disk overheat

C019 : Media disk kotor

C020 : Lensa optik kotor

C021 : Dioda laser optik rusak

C022 : Motor pintu tidak bekerja

C023 : Gigi roda kotor dan karet tape sudah mengembang

C024 : Hard disk sering di format full

4. Keputusan berdasarkan ciri kerusakan beserta solusinya Solusi dari setiap ciri kerusakan disini memiliki nilai yang konstan, dalam artian setiap ciri kerusakan memiliki solusinya masing-masing. Berikut penjelasan dari setiap solusi :

Solusi C001 : Non-aktifkan tombol function Num Lock dengan menekan kombinasi + /Num Lock (tergantung model laptop, baca buku manual)

Solusi C002 : Installasikan driver Hot Key

Solusi C003 : Diver bermasalah, download driver (misal pada situs : http://Drivercollection.com)

Solusi C004 : Non-aktifkan dengan menekan kembali kombinasi + (tergantung model laptop, baca buku manual)

Solusi C005 :
1) Lakukan virus scanning lewat safe mode (lebih efektif ketimbang lewat modus normal, karena pada safe mode sistem bekerja secara minimal dan membuat anti virus lebih leluasa dalam melakukan scanning)
 2) Scan juga menggunakan program pembersih registry (registry tweaker, registry cleaner, dan lain-lain)
3) Apabila masih bermasalah, install tanpa format hard disk (boot menggunakan CD windows, kemudian masuk ke mode recovery) atau install ulang saja windows.

Solusi C006 : Pasang kembali konektor dengan benar

Solusi C007 : Tambahkan cooler/kipas pendingin untuk membantu mendinginkan prosessor agar tidak terlalu panas

Solusi C008 : Instal ulang sistem operasi

Keterangan : Dengan sistem baru, komputer akan lebih ringan dan filefile masih bekerja dengan baik. Apabila install ulang ini tidak menyelesaikan masalah, hampir dipastikan laptop mengalami masalah hardware. Jika sudah demikian, sebaiknya bawa laptop ke tempat servis

Solusi C009 : Gunakan kombinasi tombol + (tergantung model laptop, baca buku manual) untuk mengalihkan layar kembali ke laptop

Solusi C010 : Tekan dan lepas tombol power untuk melanjutkan

Solusi C011 : Gunakan kombinasi tombol + dengan tombol setting-an brightness (meningkat, biasanya pada keypad berlogo matahari). Atur tingkat kecerahan sesuai dengan kenyamanan mata

Solusi C012 : Install ulang sistem operasi Solusi

C013 : Kerusakan terdapat pada komponen hard disk, biasanya socket hard disk kendur atau pin-pin hard disk ada yang patah. Sebagai solusinya, ganti/perbaiki komponen yang bermasalah. Jika tetap tidak mau booting, ganti hard disk tersebut karena sudah rusak Solusi

C014 : Gunakan kombinasi tombol + dengan tombol setting-an brightnes (penambahan/pengurangan, biasanya pada keypad berlogo matahari). Atur cahaya sesuai dengan kenyamanan mata Solusi

C015 : Install ulang driver VGA. Jika masih bermasalah bawa ke tempat servis Solusi

C016 : Refresh kembali Screen Rate yang ada pada Display Properties (OS : windows) kemudian set ke 60 Hz Solusi

C017 : Uninstall aplikasi lainnya yang tidak terlalu penting sampai hard disk cukup ruang untuk menjalankan aplikasi yang diinginkan Solusi

C018 : Tambahkan cooler/kipas pendingin untuk membantu mendinginkan hard disk agar tidak terlalu panas (overheat) Solusi

C019 : Membersihkan permukaan disk tersebut dengan menggunakan alkohol dan gunakan kapas untuk mengoleskannya Solusi

C020 : Membersihkan lensa optik tersebut dengan CD Cleaner Solusi

C021 : Ganti dengan optik yang sama (misalnya optik CD-ROM dengan optik CD-ROM, optik DVD-ROM dengan optik DVD-ROM)

Solusi C022 : Mengganti motor pintu

Solusi C023 : Ganti karet tape dan bersihkan roda gigi poros pintu kemudian berikan pelumas untuk melancarkan pergerakan

Solusi C024 : Gunakan disk manager untuk mem-format

Kesimpulan

Aplikasi ini dibuat agar user dapat mendiagnosa kerusakan hardware pada laptop serta membantu user dalam menemukan informasi penyebab (ciri) kerusakan berdasarkan gejala kerusakan pada setiap jenis komponen kerusakan sampai ditemukannya solusi (hasil diagnosa) berupa informasi mengenai cara perbaikannya.

Daftar Pustaka

Jurnal : mafiadoc.com_12-vol6no2sep2013-imam-gunawanpdf-jurnal-teknologi_5a21c21a1723ddeec05367ed.pdf

[1] Durkin, J. 1994. Expert Systems Design and Development. Prentice Hall International Inc. New Jersey.

[2] Jogiyanto, H.M. 2003. Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic. ANDI. Yogyakarta.

[3] Hartati, Sri dan Sari Iswanti. 2008. Sistem Pakar dan Pengembangannya. Edisi Pertama. Yogyakarta: Garaha Ilmu.

[4] Efrain, Turban. (2005). Decision Support Systems and Intellegent System. New Jersey: Prentice Hall Inc.”

[5] Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. ANDI. Yogyakarta.

[6] Arhami, Muhammad, 2005, Konsep Dasar Sistem Pakar, Andi Offset, Yogyakarta

[7] Davies, and Paul Beynon, 2004, “Database Systems Third Edition”, Palgrave Macmillan, New York.



Senin, 30 Oktober 2017

SISTEM PAKAR

   1.   Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli.

Menurut Aziz (1994). komponen-komponen sistem pakar terdiri dari :
1.Basis Pengetahuan
2.Basis data
3.Mesin Inferensi 

2. Tujuan Sistem Pakar

Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar ke dalam komputer dan kemudian kepada orang lain (nonexpert). Aktivitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran adalah :

1. Knowledge Acquisition (dari pakar atau sumber lainnya)
2. Knowledge Representation (ke dalam komputer)
3. Knowledge Inferencing
4. Knowledge Transfering

3. Manfaat Sistem Pakar
            
         Sri Kusumadewi (2003) menyatakan secara garis besar banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain:

1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
2. Bisa melakukan proses secara berulang
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
4. Meningkatkan output dan produktivitas
5. Meningkatkan kualitas
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka)
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reliabilitas
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.

Manfaat Sistem Pakar dalam proses manufaktur / industri adalah sebagai berikut;

1. Meningkatkan produktivitas.
2. Mengambil alih keahlian yang langka.
3. Memudahkan pengoperasian peralatan.
4. Kemampuan bekerja dengan informasi yang tidak pasti dan tidak lengkap.

4. PENERAPAN SISTEM PAKAR DARI BERBAGAI BIDANG
      
      A.   Penerapan Sistem Pakar Dalam Industri / Manufaktur

Manufaktur didefinisikan sebagai urutan-urutan kegiatan yang saling berhubungan rneliputi perancangan, perencanaan, pemilihan material, produksi, pengontrolan kualitas, manajemen serta pemasaran produk. Proses manufaktur yang penyelesaiannya dapat dibantu oleh Sistem pakar antara lain : 

      1.    Sistem Pakar Dalam Perancangan

Sistem pakar ini digunakan untuk merancang sistem pengaturan kertas untuk mesin fotocopy. Sistem ini membuat rancangan dengan representasi pengetahuan tentang rancangan berdasarkan kumpulan goal, metoda perancangan, generator dan aturan-aturan yang terstruktur.

      2.    Sistem Pakar Dalam Perencanaan

Wood Truss Fabrication Application merupakan contoh sistem pakar dalam proses perencanaan. Sistem ini dibuat dengan menggunakan shell Sistem Pakar SPS (Semi Intelligent Process Selector).

      3.    Sistem Pakar Dalam Penjadwalan

-       Sistem Pakar ini berbasis fuzzy logic yang dibuat untuk monitoring on line dan penjadwalan continuous caster steel mill.

-       Sistem Pakar ini dikembangkan untuk melakukan penjadwalan produksi master untuk manufaktur Integrated Circuit (IC).

      4.    Sistem Pakar Dalam Proses Kontrol

Beberapa contoh penggunaan system pakar dalam proses kontrol adalah sebagai berikut :

- Aluminium Foil Rolling Flatness Control Application

Sistem pakar ini merupakan sitem pakar yang dibuat mengontrol kerataan alumunium foil secara otomatis. Sistem ini menyesuaikan bentuk pola target menurut karakteristik material dan kondisi pengoperasiannya.

- Blast Furnace Heat Control Application

Sistem Pakar ini dibuat untuk mengontrol tingkat panas blast furnace (tanur).

     5.    Sistem Pakar Dalam Production Planning Dan Production Control

Perencanaan produksi dilakukan dalam hal kuantitas, waktu, kapasitas dan biaya pengendalian produksi meliputi penyelesaian pesanan, pengujian, perencanaan urutan produksi, penempatan personalia, pengisian kapasitas, pengawasan pesanan dan pengamanan kualitas.


     B.   Penerapan Sistem Pakar dalam Bidang Pendidikan / Ilmu Pengetahuan

Dalam studi ini dibuat aplikasi Sistem Pakar yang mampu menyelesaikan persoalan rangkaian arus bolak-balik yang terdiri dari komponen resistor, kapasitor dan induktor baik seri maupun paralel.


     C.   Penerapan Sistem Pakar dalam Bisnis

1.    Sistem Pakar dalam pembelian

Sistem ini berfungsi untuk menilai dan memilih pemasok (supplier) dengan pertolongan dan pengiriman barang secara optimal, dimana dalam hai ini menunjang pemasok yang potensial. Dalam hal operasional, maka sistem ini mempunyai fungsi penasihat kepada pembeli.

2.    Sistem Pakar mengenai suku cadang mesin percetakan

Sistem ini menunjang pengujian secara teknis dari pesanan langganan dalam mesin cetak dan suku cadang yang diinginkan.

3.    Sistem Pakar mengenai konsultasi proglam bantuan dari kredit bank

Sistem ini membantu pada konsultasi tentang program kredit bantuan pada institusi publik.

4.    Sistem Pakar mengenai strategi perencanaan

Sistem ini berbasis sistem penunjang keputusan untuk strategi perencanaan produk yang dikembangkan dari integrasi sistem konvensional dan prototipe Sistem Pakar.


KESIMPULAN

Sistem Pakar dibuat agar membantu untuk menyelesaikan pekerjaan manusia dan sekaligus membantu agar mempercepat dan mempermudah proses dalam pengambilan keputusan


Daftar Pustaka





Nama : Muhammad Ridwan Aditya Prasettyo
NPM : 14115746
Kelas : 3KA03

Selasa, 26 September 2017

Pengertian Teknologi Sistem Cerdas

.            1. Pengertian Teknologi Sistem Cerdas

       Teknologi sistem cerdas merupakan teknologi yang diciptakan dari kecerdasan alami      manusia,yang diimplementasikan menjadi sebuah alat/mesin yang dibuat agar dapat  melakukan pekerjaan selayaknya manusia. Kemampuan dari komputer digital atau robot  yang dikendalikan dengan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan  dengan kecerdasan merupakan salah satu contoh dari teknologi sistem cerdas.
 Kecerdasan berkaitan dengan:
 – Penalaran (Reasoning)
 – Pembelajaran (Learning)
 – Kemampuan Adaptasi (Adaptivity)

Secara umum kecerdasan buatan dibagi menjadi tiga kategori dasar, yaitu:

1. Sistem Berbasis Pengetahuan atau sistem pakar(Expert System/Knowledge Based System), yaitu program komputer yang berisi pengetahuan manusia yang digu-nakan untuk menyelesaikan masalah dalam domain tertentu.

2. Sistem bahasa alami(Natural Language System), yaitu pemrograman yang mengerti bahasa manusia.


3. Sistem dengan kemampuan memahami(Perception System), yaitu sistem untuk penglihatan, pembicaraan atau sentuhan.

 Sistem cerdas di dunia bisnis menggunakan satu atau lebih tool cerdas, biasanya untuk membantu pengambilan keputusan, Sifat sistem cerdas meliputi:

– Mampu mengekstrak dan meyimpan pengetahuan
– Proses penalaran seperti manusia
– Pembelajaran dari pengalaman (atau Training)
– Berurusan dengan ekspresi tidak tepat/teliti dari fakta
– Menemukan solusi melalui proses serupa dengan evolusi alami

Biasanya sistem cerdas dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain : 

1. Basis Pengetahuan (knowledge base) berisi pengetahuan yang spesifik mengenai domain tertentu yang mana basis pengetahuan ini dapat diperbaharui sesuai dengan tingkat kemampuan seorang expert terhadap pemecahan suatu masalah.

2. Mesin inferensi (inference engine), suatu program yang bertugas mengolah data masukan sesuai pengetahuan dalam basis pengetahuan, menurut kaidah-kaidah tertentu.


3. Bagian kendali (user interface), bagian yang berkomunikasi langsung dengan pengguna (user) sistem. Ada dua macam mesin inferensi, yaitu yang bersifat pasti (deterministik) dan kemungkinan (probabilistik).

            2.   Pengertian Artifisial Intelegen (AI) / Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan merupakan salah satu cabang dari bagian ilmu komputer yang membuat agar komputer dapat melakukan pekerjaan seperti bahkan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
Artificial Intelligence (AI) merupakan bagian dari bidang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia.

Menurut beberapa ahli kecerdasan buatan didefinisikan sebagai berikut :

Menurut H.A.Simon [1987] [3] : ”Kecerdasan buatan (artificial intelligence)
merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan
pemrograman computer untuk melakukan hal yang dalam pandangan manusia
adalah cerdas”.

Menurut Rich and knight [1991] [3] : “Kecerdasan buatan (artificial intelligence)
merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat computer melakukan hal
hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia”.

Menurut Encyclopedia Britannica [3] : “Kecerdasan buatan (artificial
intelligence) merupakan cabang ilmu computer yang dalam merepresentasi
pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada
bilangan, dan memproses informasi kecerdasan berdasarkan metode heuristic
atau berdasarkan sejumlah aturan”.

Menurut John McCarthy, 1956, AI [6] : “Untuk mengetahui dan memodelkan proses
– proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku
manusia”.

          3.   Perbedaan Intelegensi Kecerdasan Buatan dan Alami

Perbedaan antara kecerdasan buatan dengan kecerdasan alami adalah, kecerdasan buatan lebih bersifat permanen , sedangkan kecerdasan alami dapat berubah. Hal tersebut terjadi karena kecerdasan alami yang dimiliki manusia belum tentu akan melekat selalu,karena seiring berjalannya waktu memori yang dimiliki manusia tentu akan mulai hilang.

Berikut adalah perbedaan kecerdasan buatan dan alami.

Kecerdasan Buatan :

1. Lebih bersifat permanen : Karena tidak seperti manusia yang mudah lupa

2. Lebih mudah diduplikasi & disebarkan : Karena jika pengetahuan terletak pada suatu komputer,maka dengan mudah dapat disalin dari satu komputer ke komputer yang lain.  

3. Lebih murah : Menyediakan layanan komputer lebih murah daripada harus membayar seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan menghabiskan jangka waktu yang cukup lama

4. Bersifat konsisten : Karena kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah


5. Lebih cepat : Sistem komputer berproses dengan cepat

  
Kecerdasan Alami :

1. Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.

2. Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.

3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.

          4.   Sejarah Artificial Intelligence

Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di
bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer modern, yaitu pada tahun 1940 dan tahun 1950. Kemampuan mesin elektronika baru menyimpan sejumlah besar
info, memproses dengan kecepatan sangat tinggi bahkan menandingi kemampuan
manusia. Ilmu pengetahuan komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan
otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Pada sistem
ini memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam
kelakuan yang sepenuhnya dapat menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti
pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan, dan masalah.

Pentingnya kecerdasan buatan menjadi nyata bagi negara-negara yang
berperan sejak tahun 1970. Para pemimpin negara yang mengakui potensialnya
kecerdasan buatan dan berharap mendapat persetujuan jangka panjang untuk
sumber-sumber yang memerlukan dana intensif. Jepang adalah yang pertama kali
melakukan itu. Negara ini mengembangkan program yang sangat berambisi dalam
penelitian kecerdasan buatan. Sebagai bidang ilmu pengetahuan komputer,
kecerdasan buatan sebenarnya sudah mulai diselidiki pada tahun 1930-an dan 1940-an.

Pada saat itu, banyak cendekiawan mengembangkan ide-ide baru mengenai
komputasi. Pada awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan
laboratorium penelitian, serta hanya sedikit produk yang dihasilkan dan
dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan
secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang
seiring dengan laju perkembangan zaman menuju arah globalisasi dalam setiap
aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin
beragam pula.

Program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya,
sehingga banyak membantu pemakai. Program konvensional dijalankan secara
prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat
oleh pemrogramnya. Sebaliknya, pada program kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi
yang memuaskan dilakukan pendekatan trial and error, mirip seperti apa yang
dilakukan oleh manusia.

           5.   Contoh Teknologi Sistem Cerdas

 Contoh dari teknologi sistem cerdas

       1.    Machine Vision : Bertujuan pada pengenalan pola dalam beberapa jalan yang sama sebagai kegiatan sistem visual/indera manusia.

        2.    Robotics : Difokuskan pada produksi alat-alat mekanik yang dapat mengendalikan gerak. Sebagai contoh: sebuah robot sederhana mampu atau dapat bergerak/pindah ke depan, belakang, kanan atau kiri atau pindah tempat ke ruangan berbeda. Sebuah robot sebenarnya buta akan bentuk urutan dari aksi bila tanpa usaha untuk mengganti komponennya atau bisa mendeteksi dan memperbaiki kesalahan dalam rencananya akan menjadi sulit bila tanpa kecerdasan. Sering sebuah robot akan diformulasikan pada sebuah rencana dasar pada informasi yang tidak lengkap dan benar dalam menjalankan sebuah rencana

       3.   Speech Processing : Bertujuan pada pengenalan dan sintesa pembicaraan manusia.

       4.   Theorem Proving : Usaha untuk membuktikan secara otomatis masalahmasalah dalam matematika dan logika.

       5.   General Problem Solving : Bertujuan pada pemecahan kelas-kelas dari masalah-masalah yang ditekankan dalam sebuah bahasa formal.

       6.   Pattern Recognation: Difokuskan pada pengenalan dan klasifikasi dari polapola.

       7.   Game Playing: Pembuatan program-program bermain permainan.

       8.   Machine Learning : Bertujuan pada produksi mesin-mesin yang mengakumulasi pengetahuan dengan contoh-contoh observasi.

Aplikasi-aplikasi AI antara lain:
1.    Game Playing
2.    Sistem Bahasa Alami
3.    Sistem Perancangan dan Pembuatan CAD/CAM
4.    Sistem Pakar VLSI
5.    Sistem Pakar Reparasi Perangkat Keras
6.    Manajemen Data Cerdas
7.    Sistem Otomatisasi Kantor
8.    Analisa Kecerdasan Militer
9.    Kendali dan Pemanggilan informasi disk video
10. Kendali Robot
11. Analisis Program Komputer
12. Diagnosis Penyakit Konfigurasi computer
13. Ramalan senyawa kimia
14. Sintesis ucapan
15. Sistem Pakar Operator Komputer

16. Manajemen Kendali Senjata
  6. Kesimpulan
       Teknologi sistem cerdas sangat membantu sekali dalam kegiatan manusia. Semakin berkembangnya teknologi sistem cerdas,maka akan semakin canggih dan sangat meringkankan beban manusia. Dengan berkembangnya kecerdasan alami maka kecerdasan buatan juga akan semakin berkembang. Semakin canggih lagi kecerdasan buatan maka akan semakin membantu aktivitas manusia dalam berbagai bidang. 
        

        Daftar Referensi:
       
        kecerdasan-buatan-01.pdf
        
        jbptunikompp-gdl-bambangmuk-21855-10-unikom_b-i.pdf
        
        Minggu1%20-%20Introduction%20to%20Artificial%20Intelligence.pdf
   
        http://umardanny.com/download/buku_AI.pdf
   
       Teknologi_Artificial_Intelligence_Dalam_Pengelolaan__Sumber_Daya_Alam.pdf

        
        NAMA            : Muhammad Ridwan Aditya Prasettyo
        NPM               : 14115746
        KELAS           : 3KA03